Produsen adalah Badan yang membuat suatu yang baik
melalui sebuah proses yang melihatkan bahan baku, komponen,atau
rakitan,biasanya ada besar besaran dengan berbagai operasi yang berbeda dibagi
antara pekerja. Produsen adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk
dijual atau dipasarkan. Untuk mencari
informasi barang apa saja yang sekarang lebih dibutuhkan oleh konsumen sehingga
perusahaan dapat melakukan informasi pasar dan peramalan dengan tepat maka
Produsen atau perusahaan perlu melakuka Market Information atau Infomasi Pasar.
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk
menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih
bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
Fungsi
Produksi :
Y = f
(X1, X2, X3, ……….., Xn)
Keterangan:
Y=
tingkat produksi (output yang dihasilkan)
X1,X2,X3,Xn
= faktor produksi (input) yang digunakan
Fungsi ini masih bersifat umum, karena hanya bisa
menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi
yang digunakan, tetapi belum bisa memberikan penjelasan kuantitatif mengenai
hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut. Untuk dapat
memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan
dalam bentuk yang lebihspesifik,seperti:
a.Y = a + bX (fungsi linier)
b.Y = a + bX – cX2 (fungsi kuadratis)
c.
Y = aX1bX2cX3d (fungsi
Cobb-Douglas)
Hukum
ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah
sedangkan input-input yang lain
tetap, maka tambahan output yang
dihasilkan dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula
naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan.
Teori Produsen dan FungsinyaYang dimaksud dengan teori
produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan
jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya.
Di
dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal :
produksi
jangka pendek,yaitu bila sebagian faktorSeorang produsen atau pengusaha dalam
melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam
keputusan:
1. berapa output yang harus diproduksikan
2. berapa
dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan.
2. Produksi Optimal
Produksi optimal dikaitkan
dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal
ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa
mengurangi produksi output yang lain.
Tingkat produksi optimal
atau Economic Production Quantity (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang
dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan. Metode EPQ dapat dicapai
apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying
cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimun. Artinya, tingkat produksi optimal
akan memberikan total biaya persediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan
tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Selain itu metode
ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap
biaya persiapan. Pada metode EPQ menggunakan beberapa asumsi yaitu:
·
Barang yang
diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
·
Selama produksi
dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi
dikurangi tingkat permintaan.
·
Selama berproduksi,
besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama
pemenuhan.
Penentuan Volume Produksi
yang Optimal dengan Metode Economic Production Quantity (EPQ):
Persediaan produk dalam suatu perusahaan berkaitan dengan
volume produksi dan besarnya permintaan pasar. Perusahaan harus mempunyai
kebijakan untuk menentukan volume produksi dengan menyesuaikan besarnya
permintaan pasar agar jumlah persediaan pada tingkat biaya minimal. Metode EPQ
dimaksudkan untuk menentukan besarnya volume produksi yang optimal, dalam
artian cukup untuk memenuhi kebutuhan dengan biaya yang serendah-rendahnya.
Penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variabel saja. Untuk
itu biaya variabel dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sebagai
berikut:
·
Biaya-biaya yang
berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang
disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
·
Biaya-biaya yang
berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya
penyimpanan (holding cost).
·
Biaya yang timbul
karena perusahaan memproduksi sendiri bahan baku yang akan digunakan terdiri
dari :
• Biaya mesin-mesin menganggur,
• Biaya persiapan tenaga kerja langsung,
• Biaya scheduling,
• Biaya ekspedisi dan sebagainya.
Biaya penyimpanan terdiri
atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas
persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata
persediaan semakin tinggi. Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan
diantaranya :
1. Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (seperti
penerangan, pemanas atau pendingin)
2. Biaya modal (opportunity cost of capital)
3. Biaya keusangan
4. Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
5. Biaya asuransi persediaan
6. Biaya pajak persediaan
7. Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
8. Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.
Beberapa jenis biaya tersebut mempunyai hubungan
dengan tingkat persediaan. Biaya persiapan produksi berbanding terbalik dengan
tingkat persediaan. Biaya penyimpanan berbanding lurus dengan tingkat
persediaan. Semakin banyak biaya yang dikeluarkan untuk persiapan produksi,
tingkat persediaan semakin kecil dan sebaliknya. Bila biaya penyimpanan semakin
besar, tingkat persediaan semakin besar atau sebaliknya.
3.
Least Cost Combination
Least Cost Combination
adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila
jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan. Isoquant atau
Isoproduct Curve adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai
kemungkinan kombinasi 2 input variable dengan tingkat output tertentu. Dalam
hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk
tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusikan masih lebih
besar dari nilai input yang menggantikan.
4.
Macam-macam Ongkos
Ongkos adalah kurva yang menunjukkan antara jumlah ongkos
produksi dengan tingkat output yang dihasilkan saling berhubungan. Sedangkan
yang dimaksud dengan ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan
oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi yang gunanya untuk
memproduksi suatu output atau pengeluaran.
Macam-macam ongkos diantaranya :
1) Total Fixed
Cost (Ongkos Total Tetap)
Adalah jumlah ongkos yang tetap dan yang tidak
dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contohnya adalah sewa, penyusutan dan sebagainya.
2) Total
Variabel Cost (Ongkos Variabel Total)
Adalah jumlah ongkos yang dibayarkan yang besarnya
berubah menurut tingkah yang dihasilkan. Contohnya adalah tenaga kerja, ongkos
bahan mentah dan sebagainya.
3) Total Cost
(Ongkos Total)
Adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan
ongkos variabel. Dengan persamaan:
TC = TFC + TVC
4) Average
Fixed Cost (Ongkos Tetap Rata-rata)
Adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit
output. Dengan persamaan:
AFN = TFC = Q = TINGKAT OUTPUT Q
5) Average Fixed
Cost (Ongkos Variabel Rata-rata)
Adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit
output. Dengan persamaan:
AVC = TVC Q
6) Average
Total Cost (Ongkos Total Rata-rata)
Adalah suatu ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap
unit output. Dengan persamaan:
ATC = TC Q
7) Marginal
Cost (Ongkos Marginal)
Yaitu tambahan atau berkurangnya suatu ongkos total
karena bertambahnya ataupun berkurangnya suatu unit output. Dengan persamaan:
MC = TC = TVC Q Q
Ongkos Produksi dapat dibedakan menjadi :
1) Ongkos
Produksi Jangka Pendek
Didalam suatu ongkos produksi jangka pendek sebuah
perusahaan sudah mempunyai peralatan-peralatan untuk produksi seperti halnya
mesin, gedung dan tanah. Masalah yang perlu diperhatikan didalam ongkos jangka
produksi pendek ini adalah bagaimana mengatasi masalah kebijakan bahan baku,
tenaga kerja dll merupakan ongkos variabel. Jadi didalam ongkos produksi jangka
pendek ini juga terdapat ongkos tetap dan ongkos variabel.
2) Ongkos
Produksi Jangka Panjang
Didalam ongkos produksi jangka panjang ini sebuah
perusahaan dapat menambah semua faktor produksi, sehingga tidak ada yang
namanya ongkos tetap didalam ongkos produksi jangka panjang. Semua pengeluaran
didalam ongkos jangka panjang ini merupakan ongkos variabel.
5.
Kurva Ongkos
Kurva ongkos adalah kurva
yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output
yang dihasilkan.
Gambar 1. Kurva Ongkos Produksi Jangka Panjang
Gambar 2. Kurva Biaya Total
Gambar 3. Kurva Ongkos Variabel Rata-Rata
Gambar 4. Long Run Average Cost Curve
Gambar 5. Kemungkinan Kapasitas Produksi
6.
Penerimaan (Revenue)
Ongkos (cost) dan penerimaan (revenue) adalah dua hal
yang difokuskan dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan.
Penerimaan adalah jumlah uang yang diperoleh dari penjualan sejumlah output
atau dengan kata lain merupakan segala pendapatan yang diperoleh oleh
perusahaan hasil dari penjualan hasil produksinya. Hasil total penerimaan dapat
diperoleh dengan mengalikan jumlah satuan barang yang dijual dengan harga barang
yang bersangkutan, yaitu: TR = Q x P
• Jenis-jenis
Penerimaan
1. Total penerimaan (Total revenue : TR), yaitu total
penerimaan dari hasil penjualan. Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan
garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka
merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka
naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar
persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin,
karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya,
dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun
(akibat pengaruh persaingan dan substansi).
2. Penerimaan rata-rata
(Avarage Total revenue: AR), yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan
produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi
hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.
3. Penerimaan
Marginal (Marginal Revenue : MR), yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai
akibat penambahan satu unit output.
Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan
sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan,
bentuk kurvanya horizontal. Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun
dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa:
1. positif
2. sama dengan
nol
3. negative
7.
Keuntungan Maksimal
Keuntungan maksimum adalah
keuntungan penuh dari output yang telah di produksi sebelumnya.
Ø Pendekatan Total
Laba
Total (p) adalah perbedaan antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC).
Laba terbesar terjadi pada selisih posistif terbesar antara TR dengan TC. Pada
selisih negative antar TR dengan TC perusahaan mengalami kerugian, sedang jika
TR = TC perusahaan berada pada titik impas. Dalam menentukan keuntungan
maksimum ada 2 cara sebagai berikut:
Keuntungan
maksimum dicari dengan mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos
minimum.
Keuntungan
maksimum terjadi pada saat MR = MC.
Hasil
Penjualan Total yaitu seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari
menjual barang yang diproduksikanyja dinamakan hasil penjualan. Telah
diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan berubah walau
bagaimanapun banyaknya jumlah barang yang dijual perusahaan. Ini menyebabkan
kurva penjualan total (TR) adalah berbentuk garis lurus yang bermula dari titik
O.
Mencari Keuntungan Dengan Pendekatan Total
Kurva
TC berada di atas kurva TR menggambarkan bahwa perusahaan mengalami kerugian.
Produksi mencapai diantara 2 sampai 9 unit kurva TC berada di bawah kurva
TR,perusahaan memperoleh keuntungan. Menentukan Keuntungan Maksimum dengan
Kurva Biaya dan penjualan Total. Garis tegak di antara TC dan TR,garis tegak
yang terpanjang produksi adalah 7 unit,menggambarkan keuntungan yang paling
maksimum.Produksi mencapai 10 unit atau lebih kurva TC telah beada di atas
kurva TR kembali, perusahaan mengalami kerugian kembali. Perpotongan di antara
kurva TC dan kurva TR dinamakan titik impas (break-even point) yang
menggambarkan biaya total yang dikeluarkan perusahaan adalah sama dengan hasil
penjualan total yang diterimanya. Perpotongan tersebut berlaku di dua
titik,yaitu titik A dan titik B.
Ø Pendekatan Marginal
Perusahaan
memaksimumkan keuntungan pada saat penerimaan marginal (MR) sama dengan biaya
marginal (MC).Biaya Marginal (MC) adalah perubahan biaya total perunit
perubahan output. Secara matematis
dirumuskan:
Penerimaan
Marginal (MR) adalah perubahan penerimaan total per unit output atau
penjualan.Hasil Penjualan Marjinal,satu konsep (istilah) mengenai hasil
penjualan yang sangat penting untuk diketahui dalam analisis penentuan harga
dan produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian hasil penjualan marjinal
(MR yang merupakan singkatan dari perkataan Marjinal’Revenue), yaitu tambahan
hasil penjualanjangdiperoleh perusahaan dari menjual satu unit lagi barangyang
diproduksikannya.Dalam pasar persaingan sempurna berlaku keadaan berikut harga
hasil penjualan rata-rata hasil penjualan marjinal.Kurva d() = AR0 = MRn
menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 3000, dan kurva d0 = AR0 = MR0
menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 6000.
Ø Pendekatan Rata-rata
Hasil
Penjualan Rata-rata, untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna
hasil penjualan rata-rata (AR) adalah harga barang yang diproduksi perusahaan
adalah Rp 3000 maka d0=AR0= MRQ adalah kurva permintaan yang dihadapi
perusahaan. Dengan demikian kurva ini adalah kurva hasil penjualan rata-rata
pada harga barang sebanyak Rp 3000 (dan dinyatakan sebagai AR^. Kalau harga barang yang dijual perusahaan
adalah Rp 6000, kurva d} = AR} = MR adalah kurva permintaan dan juga kurva
hasil penjualan rata-rata pada harga Rp 6000.
Dalam
mencari keuntungan maksimum dengan pendekatan rata-rata,yaitu menggabungkan
antara pasar persaingan sempurna dengan persaingan pasar tidak sempurna:
Sumber:











Tidak ada komentar:
Posting Komentar