REVIEW PERENCANAAN
APLIKASI INFORMASI PENCARIAN SHELTER TRANSIT TRANSJAKARTA DENGAN METODE BREADTH
FIRST SEARCH
Setelah saya membaca sebuah jurnal yang
berjudul “PERENCANAAN APLIKASI INFORMASI PENCARIAN SHELTER TRANSIT TRANSJAKARTA
DENGAN METODE BREADTH FIRST SEARCH” ditulis oleh Shanty Dewi, saya akan
memberikan review menurut pandangan saya sendiri mengenai jurnal tersebut.
Pada jurnal ini saya mendapati bidang yang
dikembangkan adalah bidang transportrasi yang merancang sebuah aplikasi untuk
pencarian shelter transit transjakarta pada perangkat mobile agar mudah diakses
dimana saja dan kapan saja. Metode yang diterapkan dalam pencarian shelter
transit adalah metode Breadth Fisrt
Search yang bertujuan mendapatkan seminimum mungkin jumlah shelter transit.
Transjakarta adalah alat transportasi umum di
kota Jakarta. Transjakarta seperti bus namun memiliki cara yang sangat berbeda
saat kita menaikinya. Transjakarta terdapat shelter transit yang digunakan
untuk perpindahan antar koridor. Itu membuat para pengguna transjakarta harus
mengetahui shelter tujuan mereka dan dimana mereka dapat transit untuk sampai
ke shelter tujuan mereka. Itu adalah permasalahan yang menjadi alasan penulis
Shanty Dewi merancang aplikasi ini.
Solusi dari permasalahan di atas,
penulis melakukan studi pustaka dengan membaca beberapa buku mengenai computer
yang mendukung perancangan aplikasi ini. Dan untuk data mengenai transjakarta,
penulis membaca informasi melalui website dan melakukan studi lapangan dengan
mengelilingi kota Jakarta. Setelah terkumpul semua data yang dibutuhkan penulis
melanjutkan dengan membuat struktur navigasi, racangan tampilan dan database,
membuta database, dan membuat program.
Perencanaan aplikasi secara umum
terdiri dari dua bagian, yaitu: aplikasi mobile untuk mencari informasi shelter
transit transjakarta bagi pengguna dan aplikasi mobile bagi admin. Aplikasi
mobile ini menggunakan metode Breadth Fisrt Search yang bertujuan
mendapatkan seminimum mungkin jumlah shelter transit. Karena pengguna bila
turun disuatu koridor untuk melanjutkan perjalanan dengan menunggu transjakarta
kembali akan sangat merugikan bila pengguna harus lebih banyak turun ke koridor
demi pergi ke tujuannya. Jadi dalam satu perjalanan pengguna bisa meminimumkan
turun kekoridor demi melanjutkan perjalanan. Manfaat yang ditaawarkan aplikasi
ini dapat membantu untuk memberikan informasi dimana letak shelter terdekat
yang ada pada suatu lokasi dan memberikan peta agar pengguna dapat melihat
jalur transjakarta yang ada. Aplikasi bagi admin adalah aplikasi yang dibuat
untuk admin dapat mengupdate data setiap ada perubahan. Dikarenakan penulis
saat menulis jurnal dan merancang aplikasi tersebut baru hanya berjumlah 7
koridor dan 3 koridor dalam masa pembangunan sehingga penulis telah berfikir
kedepan apabila 3 koridor tersebut telah jadi aplikasi tersebut dapat tetap
digunakan.
Struktur
Navigasi
1.
Struktur
Navigasi untuk Aplikasi Mobile
Muncul logo dari aplikasi terlebih dahulu,
lalu muncul menu. Dalam menu terdapat beberapa pilihan, seperti: menu cari
informasi transit, cari lokasi shelter, about, help, dan keluar. Dilihat dari
struktur navigasi yang dibuat oleh penulis saya dapat mengartikan jika kita
memilih menu cari informasi transit maka akan ada penginputann halte asal lalu
penginputan halte tujuan maka akan ditampilkan shelter transitnya. Jika kita
memilih menu Cari lokasi shelter maka aka nada penginputan lokasi dan akan
menampilkan shelter transitnya. Jika kita memilih menu about maka akan tampil informasi
tentang informasi. Jika kita memilih menu help maka akan muncul penjelasan
penggunaan aplikasi. Dan jika kita memilih menu keluar maka akan keluar dari
aplikasinya.
2.
Struktur
Navigasi untuk Aplikasi Admin MTransjakarta
Seperti pada struktur navigasi pada aplikasi
mobile, pertama aka nada logo yang muncul lalu kemudian menu. Dalam menu
terdapat beberapa pilihan, seperti: menu keluar, update admin, update lokasi,
update jalur. Perbedaan dari struktur navigasi ini adalah terdapat hubungan
antara menu yang satu dengan yang lain.
Rancangan
tampilan
Rancangan tampilan yang dibuat penulis untuk
aplikasi mobile menggunakan J2ME sedangkan aplikasi bsgi admin menggunakan PHP.
Perancangan
Database
Pada Aplikasi ini, Penulis menggunakan 3 buah
tabel yaitu:
1.
Tabel Halte
Tabel halte ini dibuat untuk mengetahui jalur
dari suatu koridor.
Tabel 1 Rancangan struktur entity halte
Nama
Field
|
Tipe
Data
|
Keterangan
|
Halte
Asal
|
Varchar(50)
|
NotNull
& Primary Key
|
Halte
Akhir
|
Varchar(50)
|
NotNull
& Primary Key
|
Koridor
|
TinyInt(4)
|
Null
|
Jalur
|
Text
|
NotNull
|
Halte
Transit
|
Varchar(255)
|
Null
|
2. Tabel Lokasi
Tabel Lokasi ini dibuat untuk menyimpan
lokasi umum yang berada di sekitar shelter. Rancangan struktur tabel lokasi ini
adalah sebagai berikut:
Tabel 2 Rancangan
struktur entity lokasi
Nama Field
|
Tipe Data
|
Keterangan
|
Shelter
|
Varchar(50)
|
NotNull & Pimary Key
|
Tempat
|
Text
|
NotNull
|
3. Tabel Admin
Tabel Admin ini dibuat untuk menampung Data
Admin. Tabel ini dirancang
dengan atribut atau field sebagai berikut:
Tabel 3 Rancangan
struktur entity admin
Nama Field
|
Tipe Data
|
Keterangan
|
User
|
Varchar(50)
|
NotNull & Primary Key
|
Nama
|
Varchar(30)
|
NotNull
|
Password
|
Varchar(50)
|
NotNull
|
Pembuatan Program
Pada tahap ini penulis memulai membuat program dengan
menggunakan Java 2 Micro Edition dengan profile Mobile Information Device
Profile (MIDP). Tool yang digunakan pada pembuatan midlet ini bernama
sun_java_wireless_toolkit-2_5_2 for CLDC. Tool ini merupakan tool standar yang
disediakan oleh Sun Microsystem yang dapat didownload melalui situs wireless.java.sun.com.
Untuk membuat aplikasi dengan menggunakan tool ini, diperlukan compiler J2SDK 1.5.0_06
atau versi di atasnya. Untuk mempermudah penulisan kode programnya, penulis
menggunakan text editor JCreator Le.
Jurnal ini memberikan kontribusi dalam memberikan informasi
jalur shelter transit dengan jumlah minimum, sehingga dapat membantu
pengguna transjakarta saat menggunakan kendaraan transportasi transjakarta ini.
Kelebihan dari Perancangan Aplikasi Informasi Pencarian
Shelter Transit Transjakarta Dengan Menggunakan Breadth First Search, yaitu:
memberikan informasi kepada pengguna yang berhubungan dengan transjakarta,
menghindari terjadinya transit kebeberapa koridor, meningkatkan kualitas
layanan, dan dapat mengupdate jumlah koridor sehingga admin dapat menambah
jumlah koridor di dalam aplikasinya bila terjadi penambahan koridor.
Kekurangan dari Perancangan Aplikasi Informasi Pencarian
Shelter Transit Transjakarta Dengan Menggunakan Breadth First Search, yaitu:
aplikasi ini hanya diperuntukan untuk pengguna yang tidak mengetahui shelter
transit transjakarta, karena pengguna kendaraan transjakarta yang telah
terbiasa atau yang telah mengetahui jalur tidak terlalu membutuhkan aplikasi
ini.
Demikianlah review saya mengenai jurnal yang berjudul “PERENCANAAN
APLIKASI INFORMASI PENCARIAN SHELTER TRANSIT TRANSJAKARTA DENGAN METODE BREADTH
FIRST SEARCH” yang ditulis oleh Shanty Dewi. Mohon maaf apabila ada kesalahan
atau kekurangan dalam penulisan ini.
Sumber Jurnal: http://repository.gunadarma.ac.id/797/1/PERANCANGAN%20APLIKASI%20INFORMASI_UG.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar