Senin, 04 Desember 2017

Pretest Vclass 2 – Analisis Kinerja Sistem

Pengendalian internal telah mengalami perubahan dari konsep 'ketersediaan pengendalian' ke konsep 'proses pencapaian tujuan'. Apakah maksud dari konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut? 

Jawaban :


Tujuan pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus.
Tujuan Pengendalian Internal :

  1. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data yang akan menghasilakan laporan-laporan yang dapat diandalkan.
  2. Efektivitas dan efisiensi dalam operasi, yaitu efektif dalam mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan dan efisien dalam pemakaian sumber daya yang tersedia.
  3. Membantu agar tidak terjadi penyimpangan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
  4. Mengamankan harta milik organisasi atau perusahaan termasuk data yang tersedia.
Terdapat 2 pendekatan pengendalian internal:

1. Pendekatan Statis
  • Bersifat sentralisasi berdasarkan pertimbangan pembagian wewenang dalam pengelolahan perusahaan.
  • Sumber pengetahuan dan informasi tertinggi berada pada pucuk kepemimpinan perusahaan. Artinya semakin rendah posisi seseorang maka informasi yang dimiliki mengenai tujuan perusahaan semakin terbatas dan hanya sekedar menjalankan tugas yang diperintahkan saja.
  • Berorientasi pada sistem yang dapat dengan mudah ditelusuri keadaannya.
2. Pendekatan Dinamis
  • Pengendalian internal sebagai sebuah proses pengembangan metode pengelolahan SDM pada organisasi yang bersangkutan.
  • Terjadi perubahaan metode pengelolahan dari metode pengelolahan manajemen melalui tujuan (management by objective) menjadi manajemen melalui kekuasaan (management by drive). Perubahaan ini didorong oleh :
v  Peningkatan kualitas SDM, sehingga intesistas pengendalian internal dapat di kurangi.
v  Spesialisasi dapat meningkatakan produktivitas.
v  Persaingan yang semakin ketat, membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat.

Berdasarkan perkembangan di bidang manajemen SDM tersebut, konsep pengendalian internal juga mengalami perubahan dari konsep ketersediaan pengendalian ineternal beralih ke konsep proses pencapaian tujuan. Dengan konsep baru tersebut disadari bahwa intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan, tetapi terletak dilapisan bawah. Mereka yang deket dengan konsumenlah yang paling mengerti dengan kebutuhan pasar. Pengorganisasian yang paling tepat untuk kondisi seperti ini adalah seperti pengorganisasian orkes simponi. Organisasi ini sepenuhnya akan digerakan oleh dinamika para pekerja (ujung tombak) sesuai spesialisai masing-masing. Untuk menjaga kekompakan agar terjadi irama yang serasi dibutuhkan seorang manajer yang berfungsi sebagai konduktor. Manajer tersebut tidak lagi harus memiliki pengetahuan teknis seperti yang dimiliki pemain orkesnya, tetapi yang diperlukan hanya seorang yang mampu mengatur tempo dan menguasai tingkatan nada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar