Pengendalian internal telah mengalami perubahan dari konsep 'ketersediaan pengendalian' ke konsep 'proses pencapaian tujuan'. Apakah maksud dari konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut?
Jawaban :
Tujuan pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus.
Tujuan Pengendalian Internal :
- Memeriksa
ketelitian dan kebenaran data yang akan menghasilakan laporan-laporan yang
dapat diandalkan.
- Efektivitas
dan efisiensi dalam operasi, yaitu efektif dalam mencapai tujuan
organisasi secara keseluruhan dan efisien dalam pemakaian sumber daya yang
tersedia.
- Membantu
agar tidak terjadi penyimpangan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
- Mengamankan
harta milik organisasi atau perusahaan termasuk data yang tersedia.
Terdapat 2 pendekatan pengendalian internal:
1. Pendekatan Statis
- Bersifat sentralisasi
berdasarkan pertimbangan pembagian wewenang dalam pengelolahan perusahaan.
- Sumber pengetahuan dan
informasi tertinggi berada pada pucuk kepemimpinan
perusahaan. Artinya semakin rendah posisi seseorang maka informasi yang
dimiliki mengenai tujuan perusahaan semakin terbatas dan hanya sekedar
menjalankan tugas yang diperintahkan saja.
- Berorientasi pada sistem
yang dapat dengan mudah ditelusuri keadaannya.
2. Pendekatan Dinamis
- Pengendalian
internal sebagai sebuah proses pengembangan metode pengelolahan SDM pada
organisasi yang bersangkutan.
- Terjadi
perubahaan metode pengelolahan dari metode pengelolahan manajemen melalui
tujuan (management by objective) menjadi manajemen melalui kekuasaan
(management by drive). Perubahaan ini didorong oleh :
v Peningkatan
kualitas SDM, sehingga intesistas pengendalian internal dapat di kurangi.
v Spesialisasi
dapat meningkatakan produktivitas.
v Persaingan
yang semakin ketat, membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat.
Berdasarkan perkembangan di bidang
manajemen SDM tersebut, konsep pengendalian internal juga mengalami perubahan dari
konsep ketersediaan pengendalian ineternal beralih ke konsep proses pencapaian
tujuan. Dengan konsep baru tersebut disadari bahwa intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan, tetapi terletak dilapisan bawah. Mereka yang deket dengan konsumenlah yang paling mengerti dengan kebutuhan pasar. Pengorganisasian yang paling
tepat untuk kondisi seperti ini adalah seperti pengorganisasian orkes simponi.
Organisasi ini sepenuhnya akan digerakan oleh dinamika para pekerja (ujung
tombak) sesuai spesialisai masing-masing. Untuk menjaga kekompakan agar terjadi
irama yang serasi dibutuhkan seorang manajer yang berfungsi sebagai konduktor. Manajer
tersebut tidak lagi harus memiliki pengetahuan teknis seperti yang dimiliki pemain
orkesnya, tetapi yang diperlukan hanya seorang yang mampu mengatur tempo dan
menguasai tingkatan nada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar