Minggu, 20 November 2016

Review Jurnal PERENCANAAN APLIKASI INFORMASI PENCARIAN SHELTER TRANSIT TRANSJAKARTA DENGAN METODE BREADTH FIRST SEARCH

REVIEW PERENCANAAN APLIKASI INFORMASI PENCARIAN SHELTER TRANSIT TRANSJAKARTA DENGAN METODE BREADTH FIRST SEARCH

Setelah saya membaca sebuah jurnal yang berjudul “PERENCANAAN APLIKASI INFORMASI PENCARIAN SHELTER TRANSIT TRANSJAKARTA DENGAN METODE BREADTH FIRST SEARCH” ditulis oleh Shanty Dewi, saya akan memberikan review menurut pandangan saya sendiri mengenai jurnal tersebut.
Pada jurnal ini saya mendapati bidang yang dikembangkan adalah bidang transportrasi yang merancang sebuah aplikasi untuk pencarian shelter transit transjakarta pada perangkat mobile agar mudah diakses dimana saja dan kapan saja. Metode yang diterapkan dalam pencarian shelter transit adalah metode Breadth Fisrt Search yang bertujuan mendapatkan seminimum mungkin jumlah shelter transit.
Transjakarta adalah alat transportasi umum di kota Jakarta. Transjakarta seperti bus namun memiliki cara yang sangat berbeda saat kita menaikinya. Transjakarta terdapat shelter transit yang digunakan untuk perpindahan antar koridor. Itu membuat para pengguna transjakarta harus mengetahui shelter tujuan mereka dan dimana mereka dapat transit untuk sampai ke shelter tujuan mereka. Itu adalah permasalahan yang menjadi alasan penulis Shanty Dewi merancang aplikasi ini.
Solusi dari permasalahan di atas, penulis melakukan studi pustaka dengan membaca beberapa buku mengenai computer yang mendukung perancangan aplikasi ini. Dan untuk data mengenai transjakarta, penulis membaca informasi melalui website dan melakukan studi lapangan dengan mengelilingi kota Jakarta. Setelah terkumpul semua data yang dibutuhkan penulis melanjutkan dengan membuat struktur navigasi, racangan tampilan dan database, membuta database, dan membuat program.
Perencanaan aplikasi secara umum terdiri dari dua bagian, yaitu: aplikasi mobile untuk mencari informasi shelter transit transjakarta bagi pengguna dan aplikasi mobile bagi admin. Aplikasi mobile ini menggunakan metode Breadth Fisrt Search yang bertujuan mendapatkan seminimum mungkin jumlah shelter transit. Karena pengguna bila turun disuatu koridor untuk melanjutkan perjalanan dengan menunggu transjakarta kembali akan sangat merugikan bila pengguna harus lebih banyak turun ke koridor demi pergi ke tujuannya. Jadi dalam satu perjalanan pengguna bisa meminimumkan turun kekoridor demi melanjutkan perjalanan. Manfaat yang ditaawarkan aplikasi ini dapat membantu untuk memberikan informasi dimana letak shelter terdekat yang ada pada suatu lokasi dan memberikan peta agar pengguna dapat melihat jalur transjakarta yang ada. Aplikasi bagi admin adalah aplikasi yang dibuat untuk admin dapat mengupdate data setiap ada perubahan. Dikarenakan penulis saat menulis jurnal dan merancang aplikasi tersebut baru hanya berjumlah 7 koridor dan 3 koridor dalam masa pembangunan sehingga penulis telah berfikir kedepan apabila 3 koridor tersebut telah jadi aplikasi tersebut dapat tetap digunakan.

Struktur Navigasi
1.      Struktur Navigasi untuk Aplikasi Mobile
Muncul logo dari aplikasi terlebih dahulu, lalu muncul menu. Dalam menu terdapat beberapa pilihan, seperti: menu cari informasi transit, cari lokasi shelter, about, help, dan keluar. Dilihat dari struktur navigasi yang dibuat oleh penulis saya dapat mengartikan jika kita memilih menu cari informasi transit maka akan ada penginputann halte asal lalu penginputan halte tujuan maka akan ditampilkan shelter transitnya. Jika kita memilih menu Cari lokasi shelter maka aka nada penginputan lokasi dan akan menampilkan shelter transitnya. Jika kita memilih menu about maka akan tampil informasi tentang informasi. Jika kita memilih menu help maka akan muncul penjelasan penggunaan aplikasi. Dan jika kita memilih menu keluar maka akan keluar dari aplikasinya.

2.      Struktur Navigasi untuk Aplikasi Admin MTransjakarta
Seperti pada struktur navigasi pada aplikasi mobile, pertama aka nada logo yang muncul lalu kemudian menu. Dalam menu terdapat beberapa pilihan, seperti: menu keluar, update admin, update lokasi, update jalur. Perbedaan dari struktur navigasi ini adalah terdapat hubungan antara menu yang satu dengan yang lain.

Rancangan tampilan
Rancangan tampilan yang dibuat penulis untuk aplikasi mobile menggunakan J2ME sedangkan aplikasi bsgi admin menggunakan PHP.

Perancangan Database
Pada Aplikasi ini, Penulis menggunakan 3 buah tabel yaitu:
1.      Tabel Halte
Tabel halte ini dibuat untuk mengetahui jalur dari suatu koridor.
Tabel 1 Rancangan struktur entity halte
Nama Field
Tipe Data
Keterangan
Halte Asal
Varchar(50)
NotNull & Primary Key
Halte Akhir
Varchar(50)
NotNull & Primary Key
Koridor
TinyInt(4)
Null
Jalur
Text
NotNull
Halte Transit
Varchar(255)
Null

2.      Tabel Lokasi
Tabel Lokasi ini dibuat untuk menyimpan lokasi umum yang berada di sekitar shelter. Rancangan struktur tabel lokasi ini adalah sebagai berikut:
Tabel 2 Rancangan struktur entity lokasi
Nama Field
Tipe Data
Keterangan
Shelter
Varchar(50)
NotNull & Pimary Key
Tempat
Text
NotNull

3.      Tabel Admin
Tabel Admin ini dibuat untuk menampung Data Admin. Tabel ini dirancang
dengan atribut atau field sebagai berikut:
Tabel 3 Rancangan struktur entity admin
Nama Field
Tipe Data
Keterangan
User
Varchar(50)
NotNull & Primary Key
Nama
Varchar(30)
NotNull
Password
Varchar(50)
NotNull



Pembuatan Program
Pada tahap ini penulis memulai membuat program dengan menggunakan Java 2 Micro Edition dengan profile Mobile Information Device Profile (MIDP). Tool yang digunakan pada pembuatan midlet ini bernama sun_java_wireless_toolkit-2_5_2 for CLDC. Tool ini merupakan tool standar yang disediakan oleh Sun Microsystem yang dapat didownload melalui situs wireless.java.sun.com. Untuk membuat aplikasi dengan menggunakan tool ini, diperlukan compiler J2SDK 1.5.0_06 atau versi di atasnya. Untuk mempermudah penulisan kode programnya, penulis menggunakan text editor JCreator Le.
Jurnal ini memberikan kontribusi dalam memberikan informasi jalur shelter transit dengan jumlah minimum, sehingga dapat membantu pengguna transjakarta saat menggunakan kendaraan transportasi transjakarta ini.
Kelebihan dari Perancangan Aplikasi Informasi Pencarian Shelter Transit Transjakarta Dengan Menggunakan Breadth First Search, yaitu: memberikan informasi kepada pengguna yang berhubungan dengan transjakarta, menghindari terjadinya transit kebeberapa koridor, meningkatkan kualitas layanan, dan dapat mengupdate jumlah koridor sehingga admin dapat menambah jumlah koridor di dalam aplikasinya bila terjadi penambahan koridor.
Kekurangan dari Perancangan Aplikasi Informasi Pencarian Shelter Transit Transjakarta Dengan Menggunakan Breadth First Search, yaitu: aplikasi ini hanya diperuntukan untuk pengguna yang tidak mengetahui shelter transit transjakarta, karena pengguna kendaraan transjakarta yang telah terbiasa atau yang telah mengetahui jalur tidak terlalu membutuhkan aplikasi ini.

Demikianlah review saya mengenai jurnal yang berjudul “PERENCANAAN APLIKASI INFORMASI PENCARIAN SHELTER TRANSIT TRANSJAKARTA DENGAN METODE BREADTH FIRST SEARCH” yang ditulis oleh Shanty Dewi. Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan dalam penulisan ini.

Sumber Jurnal: http://repository.gunadarma.ac.id/797/1/PERANCANGAN%20APLIKASI%20INFORMASI_UG.pdf

Selasa, 19 Januari 2016

TEORI ORGANISASI UMUM 2 "Tugas ke-4"


1.   Analisis pendapatan Nasional dengan perekonomian tertutup sederhana dua sector
Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi . Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara. Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal , yaitu
a. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan
b. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan)
c. Keuntungan perusahaan                     
d. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan
e. Pendapatan sewa

2.   Model analisis dengan variable investasi, tabungan
Model Analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi , atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal .
Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasiaan mesin dan pabrik .

Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek sebagai berikut, yaitu :
1.    Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber-sumber pembiayaannya;
2.    Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) pemerintah;
3.    Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar;
4.    Dampak Valuta Asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih.

Terdapat sumber data untuk memperkirakan Investasi dan Tabungan Nasional, yaitu
·         data Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku menurut penggunaan
·         Neraca Arus Dana yang digunakan oleh tim gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan.

Dalam menganalisis pertumbuhan Produk Domestik Bruto terlihat adanya kecenderungan untuk lebih menggunakan data Produk Domestik Bruto menurut penggunaan. Kalau kita menganggap bahwa perkiraan Investasi dan Tabungan Nasional Bruto yang dihasilkan oleh Tim Gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan lebih mendekati kebenaran, maka seyogyanya data statistik Produk Domestik Bruto menurut penggunaan yang dipublikasikan oleh B.P.S. perlu diperbaiki.

3.   Angka Pengganda
Angka pengganda menggambarkan perbandingan diantara jumlah pertambahan/pengurangan dalam pendapatan nasional dengan jumlah pertambahan/pengurangan dalam pengeluaran agregat yang telah menimbulkan perubahan dalam pendapatan nasional.
Pendapatan nasional berubah sebagai akibat dari perubahan nilai komponen, yaitu:
a)    Investasi
b)    Konsumsi
c)    Pengeluaran pemerintah
d)    Eksport dan import.

Perubahan pendapatan agregat sama dengan perubahan konsumsi ditambah perubahan investasi . karena perubahan konsumsi tergantung pada perubahan dalam investasi, kita dapat menghapus konsumsi dari persamaan. Perubahan dalam pendapatan agregat sama dengan pengganda investasi kali perubahan investasi. Multiplier investasi berkaitan dengan kecenderungan mengkonsumsi marjinal: kecenderungan marjinal mengkonsumsi adalah 1 dikurang (satu dibagi dengan pengganda investasi).
Dalam D berikut menunjukkan perubahan; C = konsumsi; MPC = kecenderungan mengkonsumsi marjinal; I = investasi; Y = pendapatan; k = investasi penggali).
DC = MPC (DY), perubahan dalam konsumsi sama dengan kecenderungan mengkonsumsi marjinal kali erubahan pendapatan)
DY = kDI, perubahan pendapatan sama dengan pengganda investasi kali perubahan investasi
DY = DC + DI, perubahan pendapatan juga sama dengan perubahan konsumsi ditambah perubahan investasi
Oleh Karena itu, pengganda investasi kali perubahan investasi sama dengan kecenderungan mengkonsumsi marjinal kali pengganda investasi kali perubahan investasi, lebih jelasnya:

kDI = MPC (kDI) + DI kDI – MPC
(kDI) = DI kDI (1 – MPC) = DI
1 – MPC = 1 / k
MPC = 1 -1 / k

Fungsi investasi otonomus berubah menjadi I1 = 250, Konsumsi = 100 dan MPC = 100 + 0,8, sehingga pengeluaran agregat juga berubah menjadi: AE1 = C + I1 = 100 + 0,8Y + 250 = 350 + 0,8Y Output keseimbangan yang baru (Y1) adalah : Y = AE = 350 + 0,8Y1 0,2Y1 = 350 Y1 = 1750 DY = Y1 – Y = 1750 – 1500 = 250
Konsep ini menunjukan bahwa perubahan pengeluaran otonomus sebesar satu unit akan mengubah output keseimbangan beberapa kali lipat besarnya perubahan pengeluaran otonomus (A). Dalam kasus diatas, penambahan A (I0 atau C0) sebesar 50 unit, telah menambah Y, sebesar 250 unit. DY = DY / DA = 5. Angka 5 disebut sebagai angka pengganda. Sehingga dapat diasumsikan bahwa angka pengganda ditentukan oleh besarnya angka MPC.
Untuk menganalisa pendapat nasional, ada 2 variabel yaitu :
1.    Variabel indogen yang nilainya dapat diperoleh setelah dihubungkan dengan variabel dalam suatu model.
2.    Variabel exsogen merupakan variabel yang besarnya ditentukan oleh kekuatan diluar model. Dalam pembahasan ini variabel Investasi merupakan variabel exogen (dianggap tetap).

Terdapat beberapa cara yang digunakan dalam perhitungan pendapatan nasional, yaitu :
1.    Gross National Product (GNP) atau disebut juga dengan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) merupakan nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut, termasuk nilai produksi yang diwujudkan oleh faktor produksi yang digunakan di luar negri, namun tidak menghitung produksi yang dimiliki penduduk atau perusahaan dari negara lain yang digunakan di dalam negara tersebut (Sukirno, 2008, p35).
2.    Gross Domestic Product (GDP) atau disebut juga dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) merupakan nilai pasar dari semua barang dan jasa final yang diproduksi dalam sebuah negara pada suatu periode (Mankiw, 2006, p6), meliputi faktor produksi milik warga negaranya sendiri maupun milik warga negara asing yang melakukan produksi di dalam negara tersebut.

4.   Hubungan antara pertumbuhan ekonomi, inflasi dan pengangguran
Masalah ekonomi yang paling sering menjadi topik bahasan oleh ahli ekonomi maupun para dosen pengampu mata kuliah ekonomi adalah masalah tentang pengangguran dan inflasi. Sedangkan dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal utama yang paling sering menjadi pokok permasalahan, yaitu masalah pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan yang terakhir adalah masalah pengangguran. Ketiga masalah tersebut mempunyai keterkaitan hubungan yang tidak dapat dipisahkan, sehingga cukup menarik untuk menjadi bahan pembahasan. Berikut ini adalah uraian mengenai ketiga masalah tersebut.
a.    Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan outputriil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.
b. Inflasi
Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Dari pengertian tersebut maka apabila terjadi kenaikan harga hanya bersifat sementara, maka kenaikan harga yang sementara sifatnya tersebut tidak dapat dikatakan inflasi. Semua negara di dunia selalu menghadapi permasalahan inflasi ini. Oleh karena itu, tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah eko-nomi yang dihadapi suatu negara. Bagi negara yang perekono-miannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah. Selanjut tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi. Namun demikian ada negara yang meng-hadapai tingkat inflasi yang lebih serius atau sangat tinggi, misalnya Indonesia pada tahun 1966 dengan tingkat inflasi 650 persen. Inflasi yang sangat tinggi tersebut disebut hiper inflasi (hyper inflation).
c.    Pengangguran
Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.
perbedaan antara inflasi dan pengangguran
jumlah orang yang menganggur adalah jumlah orang di negara yang tidak memiliki pekerjaan dan yang tersedia untuk bekerja pada tingkat upah pasar saat ini. Ini dengan mudah dapat diubah menjadi persentase dengan mengaitkan jumlah pengangguran, dengan jumlah orang dalam angkatan kerja.
Inflasi adalah kenaikan harga secara umum selama 12 bulan. Ini diukur dengan mengambil rata-rata tertimbang semua produk konsumen (tertimbang pada frquency pembelian) dan menganalisis tren harga keseluruhan. Hal ini sering disebut Indeks Harga Konsumen (CPI) atau Harmonised Indeks Harga Konsumen (HICP). Hal ini menunjukkan berapa banyak, sebagai persentase, tingkat harga umum dari semua barang-barang konsumsi telah berubah sepanjang tahun.
Kedua telah dianalisis bersama-sama dengan kurva Phillips yang menunjukkan tingkat inflasi diplot terhadap tingkat pengangguran.

5.   Pengertian Uang
Pengertian uang dibagi menjadi dua, yaitu: Pengertian uang dalam ilmu ekonomi tradisional dan modern.
Pengertian uang dalam ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Uang seperti ini disebut Uang Barang.
Sedangkan dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya bahkan untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

6.   Teori Uang dan Motif Memegang Uang
Teori Nilai Uang dibagi menjadi dua, yaitu: Teori Uang Statis dan Teori Uang Dinamis.
·         Teori Uang Statis
Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai uang yang diakibatkan perkembangan ekonomi. Teori ini dibuat dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan seperti:
apakah sebenarnya uang?
Mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar?
Teori ini meliputi:
1)    Teori Metalisme, teori yang hampir sama dengan pengertian nilai intrinsik.
2)    Teori Konvensi, teori yang menyatakan uang bisa diterima secara umum di masyarakat karena atas dasar perjanjian/ mufakat.
3)    Teori Nominalisme, teori ini menyatakan diterimanya uang berdasarkan nilai daya belinya.
4)    Teori Negara, teori ini menyatakan bahwa uang adalah benda yang ditetapkan oleh negara yang berfungsi sebagai alat tukar dan alat bayar. Jadi nilainya pun ditetapkan oleh pemerintah yang diatur oleh undang-undang.

·         Teori Uang Dinamis
Kalau teori diatas tidak mempersoalkan perubahan nilai uang, maka Teori Uang Dinamis ini adalah sebaliknya.
Teori ini meliputi:
1)    Teori Kuantitas, pada teori ini David Ricardo menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Kemudian Irving Fisher menyempurnakan teori diatas dengan menyatakan tidak hanya tergantung pada jumlah saja, tapi juga pada kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang memengaruhi nilai uang.
2)    Teori Persediaan Kas, pada teori ini menyatakan bahwa perubahan nilai uang tergantung dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
3)    Teori Ongkos Produksi, pada teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.



Motif Memegang Uang

1. Untuk kebutuhan Transaksi
Permintaan uang untuk transaksi dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional.

2. Untuk Berjaga-Jaga
Motif ini juga dipengaruhi oleh tinggi rendahnya pendapatan nasional. Semakin tinggi pendapatan seseorang, maka tingkat kesadaran terhadap masa depan akan semakin tinggi. Kondisi masa depan yang tidak menentu akan mendorong orang untuk melakukan motif ini. Hal tersebut akan membawa kebutuhan yang semakin tinggi akan perlunya uang untuk berjaga. Secara aggregate semakin tinggi pendapatan nasional, maka kebutuhan masyarakat terhadap uang untuk berjaga-jaga juga akan semakin tinggi.

3. Untuk Mendapatkan Keuntungan / Berinvestasi
Arti spekulasi pada motif ini adalah spekulasi dalam pembelian dan penjualan surat-surat berharga. Motif ii dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Apabila tingkat suku bunga naik, maka harga surat-surat berharga akan turun. Jadi naiknya tingkat suku bunga akan menaikkan permintaan untuk spekulasi dan sebaliknya.

7.   Bank Sentral dan Bank Umum
   Bank Sentral
Bank sentral merupakan bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia perbankan dan dunia keuangan disuatu Negara.
Bank sentral di Indonesia bernama Bank Indonesia yang bertugas untuk:
1)    Mengatur dan menjaga kestabilan nilai rupiah.
2)    Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna peningkatan taraf hidup rakyat
Sebagai Bank Sentral, Bank Indonesia melakukan tugas sebagai berikut:
1.    Bank Sirkulasi, yakni mempunyai hak tunggal untuk mengedarkan uang kertas dan logam sebagai alat pembayaran yang sah.
2.    Banker’snBank Bank Sentral juga dianggap sebagai Bank-nya Bank.
3.    Lender of last resort. BI dianggap juga pemberi pinjaman pada tingkat terakhir (kredit likuiditas darurat).

   Bank Umum
Bank Umum merupakan bank yang bertugas melayani seluruh jasa – jasa perbankan dan melayani segenap lapisan masyarakat, baik masyarakat perorangan maupun lembaga – lembaga lainnya.
Fungsi Bank-Umum secara lengkap adalah :
1)    Mengumpulkan dana yang sementara menganggur untuk dipinjamkan pada pihak lain atau membeli surat berharga.
2)    Mempermudah dalam lalu lintas pembayaran uang.
3)    Menjamin keamanan uang sementara tidak digunakan, misalnya menghindari risiko hilang, kebakaran, dll.
4)    Menciptakan kredit, yaitu dengan cara menciptakan demand deposit dari kelebihan cadangannya.

Perbedaan Bank Sentral dan Bank Umum
Ø  Bank Sentral
1.    Lembaga yang tidak mencari keuntungan.
2.    Kegiatan bank dikelola oleh pemerintah.
3.    Bertindak sebagai pengawas dan pembina bank.
4.    Dapat secara langsung mempengaruhi kegiatan usaha bank.
5.    Mengeluarkan uang kertas dan uang logam.
6.    Tidak memiliki saingan.
7.    Bertindak sebagai Lender of The Last Resort bagi perbankan.
8.    Tidak melayani jasa perbankan bagi individu dan perusahaan non-Lembaga Keuangan.

Ø  Bank Umum
1.    Merupakan badan usaha yang mencari untung.
2.    Umumnya secara kuantitas dimiliki dan dikelola oleh pihak swasta.
3.    Diawasi dan dibina oleh bank sentral.
4.    Kegiatan operasinya dipengaruhi oleh bank sentral.
5.    Hanya dapat menciptakan uang giral.
6.    Melakukan persaingan antar bank.
7.    Harus memiliki rekening pada bank sentral.
8.    Melayani baik pribadi maupun perusahaan (masyarakat) secara umum.

8.   Kebijaksanaan Moneter
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

Tujuan Kebijakan Moneter
Secara garis besar, tujuan kebijakan moneter adalah menjaga kestabilan ekonomi yang ditandai dengan gairah dunia usaha dan meningkatnya kesempatan kerja. Jika dirinci tujuan kebijakan moneteradalah sebagai berikut..

ü  Menjaga Stabilitas Ekonomi : Stabilitas ekonomi adalah suatu keadaan perekonomian yang berjalan sesuai dengan harapan, terkendali, dan berkesinambungan. Artinya, pertumbuhan arus uang yang beredar seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia.
ü  Menjaga Stabilitas Harga : Kebijakan moneter selalu dihubungkan dengan jumlah uang beredar dan jumlah barang dan jasa. Interaksi jumlah uang beredar dengan jumlah barang dan jasa akan menghasilkan harga. Ada kalanya harga naik atau turun tidak beraturan, sehingga perubahan harga dapat memengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Apabila harga cenderung naik terus-menerus, orang akan membelanjakan semua uangnya yang mengakibatkan terjadinya gejala ekonomi yang disebut inflasi.
ü  Meningkatkan Kesempatan Kerja : Jika jumlah uang beredar seimbang dengan jumlah barang dan jasa, maka perekonomian akan stabil. Pada keadaan ekonomi stabil, pengusaha akan mengadakan investasi. Investasi akan memungkinkan adanya lapangan pekerjaan baru. Adanya lapangan pekerjaan baru atau perluasan usaha berarti meningkatkan kesempatan kerja.
ü  Memperbaiki Posisi Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran : Kebijakan moneter dapat memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran. Jika negara mendevaluasi mata uang rupiah ke mata uang asing, harga-harga barang ekspor akan menjadi lebih murah, sehingga memperkuat daya saing dan meningkatkan jumlah ekspor. Peningkatan jumlah ekspor akan memperbaiki neraca perdagangan dan neraca pembayaran.

Jenis-Jenis Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter dibagi atas dua macam atau jenis. Jenis-Jenis kebijakan moneter adalah sebagai berikut :
o   Kebijakan Moneter Ekspansif (Monetary expansive policy) : Kebijakan moneter ekspansif adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan moneter ekspansif juga disebut dengan kebijakan moneter longgar (easy money policy).
o   Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary Contractive Policy) : Kebijakan moneter kontraktif adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Kebijakan moneter kontraktif disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy).

Instrumen Kebijakan Moneter
Agar tujuan kebijakan moneter dapat tercapai, bank sentra menggunakan instrumen-instrumen kebijakan moneter seperti berikut. :
o   Kebijakan Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) : Operasi pasar terbuka adalah salah satu kebijakan yang diambil bank sentral untuk mengurangi atau menambah jumlah uang beredar. Kebijakan ini dilakukan dengan cara menjual sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau membeli surat berharga di pasar modal.
o   Kebijakan Diskonto (Discount Policy): Diskonto adalah pemerintah mengurangi atau menambah jumlah uang beredar dengan cara mengubah diskonto bank umum. Jika bank sentral memperhitungkan jumlah uang beredar telah melebihi kebutuhan (gejala inflasi), bank sentral mengeluarkan keputusan untuk menaikkan suku bunga. Dengan menaikkan suku bunga akan merangsang keinginan orang untuk menabung.
o   Kebijakan Cadangan Kas : Bank sentral dapat membuat peraturan untuk menaikkan atau menurunkan cadangan kas (cas ratio). Bank umum, menerima uang dari nasabah dalam bentuk giro, tabungan, deposito, sertifikat deposito, dan jenis tabungan lainnya. Ada persentase tertentu dari uang yang disetorkan nasabah yang tidak boleh dipinjamkan.
o   Kebijakan Kredit Ketat : Kredit tetap diberikan bank umum, tetapi pemberiannya harus benar-benar didasarkan pada syarat 5C, yaitu Character, Capability, Collateral, Capital, dan Condition of Economy. Dengan kebijakan kredit ketat, jumlah uang yang beredar dapat diawasi. Langkah kebijakan ini biasa diambil pada saat ekonomi sedang mengalami gejala inflasi.
o   Kebijakan Dorongan Moral (Moral Suasion) : Bank sentral dapat juga memengaruhi jumlah uang beredar dengan berbagai pengumuman, pidato, dan edaran yang ditujukan pada bank umum dan pelaku moneter lainnya. Isi pengumuman, pidato dan edaran dapat berupa ajakan atau larangan untuk menahan pinjaman tabungan ataupun melepaskan pinjaman.
Sumber :