Minggu, 20 November 2016

Review Jurnal PERENCANAAN APLIKASI INFORMASI PENCARIAN SHELTER TRANSIT TRANSJAKARTA DENGAN METODE BREADTH FIRST SEARCH

REVIEW PERENCANAAN APLIKASI INFORMASI PENCARIAN SHELTER TRANSIT TRANSJAKARTA DENGAN METODE BREADTH FIRST SEARCH

Setelah saya membaca sebuah jurnal yang berjudul “PERENCANAAN APLIKASI INFORMASI PENCARIAN SHELTER TRANSIT TRANSJAKARTA DENGAN METODE BREADTH FIRST SEARCH” ditulis oleh Shanty Dewi, saya akan memberikan review menurut pandangan saya sendiri mengenai jurnal tersebut.
Pada jurnal ini saya mendapati bidang yang dikembangkan adalah bidang transportrasi yang merancang sebuah aplikasi untuk pencarian shelter transit transjakarta pada perangkat mobile agar mudah diakses dimana saja dan kapan saja. Metode yang diterapkan dalam pencarian shelter transit adalah metode Breadth Fisrt Search yang bertujuan mendapatkan seminimum mungkin jumlah shelter transit.
Transjakarta adalah alat transportasi umum di kota Jakarta. Transjakarta seperti bus namun memiliki cara yang sangat berbeda saat kita menaikinya. Transjakarta terdapat shelter transit yang digunakan untuk perpindahan antar koridor. Itu membuat para pengguna transjakarta harus mengetahui shelter tujuan mereka dan dimana mereka dapat transit untuk sampai ke shelter tujuan mereka. Itu adalah permasalahan yang menjadi alasan penulis Shanty Dewi merancang aplikasi ini.
Solusi dari permasalahan di atas, penulis melakukan studi pustaka dengan membaca beberapa buku mengenai computer yang mendukung perancangan aplikasi ini. Dan untuk data mengenai transjakarta, penulis membaca informasi melalui website dan melakukan studi lapangan dengan mengelilingi kota Jakarta. Setelah terkumpul semua data yang dibutuhkan penulis melanjutkan dengan membuat struktur navigasi, racangan tampilan dan database, membuta database, dan membuat program.
Perencanaan aplikasi secara umum terdiri dari dua bagian, yaitu: aplikasi mobile untuk mencari informasi shelter transit transjakarta bagi pengguna dan aplikasi mobile bagi admin. Aplikasi mobile ini menggunakan metode Breadth Fisrt Search yang bertujuan mendapatkan seminimum mungkin jumlah shelter transit. Karena pengguna bila turun disuatu koridor untuk melanjutkan perjalanan dengan menunggu transjakarta kembali akan sangat merugikan bila pengguna harus lebih banyak turun ke koridor demi pergi ke tujuannya. Jadi dalam satu perjalanan pengguna bisa meminimumkan turun kekoridor demi melanjutkan perjalanan. Manfaat yang ditaawarkan aplikasi ini dapat membantu untuk memberikan informasi dimana letak shelter terdekat yang ada pada suatu lokasi dan memberikan peta agar pengguna dapat melihat jalur transjakarta yang ada. Aplikasi bagi admin adalah aplikasi yang dibuat untuk admin dapat mengupdate data setiap ada perubahan. Dikarenakan penulis saat menulis jurnal dan merancang aplikasi tersebut baru hanya berjumlah 7 koridor dan 3 koridor dalam masa pembangunan sehingga penulis telah berfikir kedepan apabila 3 koridor tersebut telah jadi aplikasi tersebut dapat tetap digunakan.

Struktur Navigasi
1.      Struktur Navigasi untuk Aplikasi Mobile
Muncul logo dari aplikasi terlebih dahulu, lalu muncul menu. Dalam menu terdapat beberapa pilihan, seperti: menu cari informasi transit, cari lokasi shelter, about, help, dan keluar. Dilihat dari struktur navigasi yang dibuat oleh penulis saya dapat mengartikan jika kita memilih menu cari informasi transit maka akan ada penginputann halte asal lalu penginputan halte tujuan maka akan ditampilkan shelter transitnya. Jika kita memilih menu Cari lokasi shelter maka aka nada penginputan lokasi dan akan menampilkan shelter transitnya. Jika kita memilih menu about maka akan tampil informasi tentang informasi. Jika kita memilih menu help maka akan muncul penjelasan penggunaan aplikasi. Dan jika kita memilih menu keluar maka akan keluar dari aplikasinya.

2.      Struktur Navigasi untuk Aplikasi Admin MTransjakarta
Seperti pada struktur navigasi pada aplikasi mobile, pertama aka nada logo yang muncul lalu kemudian menu. Dalam menu terdapat beberapa pilihan, seperti: menu keluar, update admin, update lokasi, update jalur. Perbedaan dari struktur navigasi ini adalah terdapat hubungan antara menu yang satu dengan yang lain.

Rancangan tampilan
Rancangan tampilan yang dibuat penulis untuk aplikasi mobile menggunakan J2ME sedangkan aplikasi bsgi admin menggunakan PHP.

Perancangan Database
Pada Aplikasi ini, Penulis menggunakan 3 buah tabel yaitu:
1.      Tabel Halte
Tabel halte ini dibuat untuk mengetahui jalur dari suatu koridor.
Tabel 1 Rancangan struktur entity halte
Nama Field
Tipe Data
Keterangan
Halte Asal
Varchar(50)
NotNull & Primary Key
Halte Akhir
Varchar(50)
NotNull & Primary Key
Koridor
TinyInt(4)
Null
Jalur
Text
NotNull
Halte Transit
Varchar(255)
Null

2.      Tabel Lokasi
Tabel Lokasi ini dibuat untuk menyimpan lokasi umum yang berada di sekitar shelter. Rancangan struktur tabel lokasi ini adalah sebagai berikut:
Tabel 2 Rancangan struktur entity lokasi
Nama Field
Tipe Data
Keterangan
Shelter
Varchar(50)
NotNull & Pimary Key
Tempat
Text
NotNull

3.      Tabel Admin
Tabel Admin ini dibuat untuk menampung Data Admin. Tabel ini dirancang
dengan atribut atau field sebagai berikut:
Tabel 3 Rancangan struktur entity admin
Nama Field
Tipe Data
Keterangan
User
Varchar(50)
NotNull & Primary Key
Nama
Varchar(30)
NotNull
Password
Varchar(50)
NotNull



Pembuatan Program
Pada tahap ini penulis memulai membuat program dengan menggunakan Java 2 Micro Edition dengan profile Mobile Information Device Profile (MIDP). Tool yang digunakan pada pembuatan midlet ini bernama sun_java_wireless_toolkit-2_5_2 for CLDC. Tool ini merupakan tool standar yang disediakan oleh Sun Microsystem yang dapat didownload melalui situs wireless.java.sun.com. Untuk membuat aplikasi dengan menggunakan tool ini, diperlukan compiler J2SDK 1.5.0_06 atau versi di atasnya. Untuk mempermudah penulisan kode programnya, penulis menggunakan text editor JCreator Le.
Jurnal ini memberikan kontribusi dalam memberikan informasi jalur shelter transit dengan jumlah minimum, sehingga dapat membantu pengguna transjakarta saat menggunakan kendaraan transportasi transjakarta ini.
Kelebihan dari Perancangan Aplikasi Informasi Pencarian Shelter Transit Transjakarta Dengan Menggunakan Breadth First Search, yaitu: memberikan informasi kepada pengguna yang berhubungan dengan transjakarta, menghindari terjadinya transit kebeberapa koridor, meningkatkan kualitas layanan, dan dapat mengupdate jumlah koridor sehingga admin dapat menambah jumlah koridor di dalam aplikasinya bila terjadi penambahan koridor.
Kekurangan dari Perancangan Aplikasi Informasi Pencarian Shelter Transit Transjakarta Dengan Menggunakan Breadth First Search, yaitu: aplikasi ini hanya diperuntukan untuk pengguna yang tidak mengetahui shelter transit transjakarta, karena pengguna kendaraan transjakarta yang telah terbiasa atau yang telah mengetahui jalur tidak terlalu membutuhkan aplikasi ini.

Demikianlah review saya mengenai jurnal yang berjudul “PERENCANAAN APLIKASI INFORMASI PENCARIAN SHELTER TRANSIT TRANSJAKARTA DENGAN METODE BREADTH FIRST SEARCH” yang ditulis oleh Shanty Dewi. Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan dalam penulisan ini.

Sumber Jurnal: http://repository.gunadarma.ac.id/797/1/PERANCANGAN%20APLIKASI%20INFORMASI_UG.pdf